Pages

Rabu, 12 Maret 2014

Validitas

1.    Pengertian Validitas
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa Validitas diartikan sebagai sifat benar, menurut bukti yang ada, logika berfikir, atau kekuatan hukum. Menurut Diknas bahwa validitas adalah kemampuan suatu alat ukur untuk mengukur sasaran ukurnya Sedangkan menurut Wiki pedia Indonesia diterjemahkan , kesahihan, kebenaran yang diperkuat oleh bukti atau data.
Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.
Sisi lain dari pengertian validitas adalah aspek kecermatan pengukuran. Suatu alat ukur yang valid tidak hanya mampu menghasilkan data yang tepat akan tetapi juga harus memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut.
Dengan demikian kata valid sering diartikan dengan tepat, benar, sahih, absah, sehingga kata valid dapat diartikan ketepatan, kebenaran, kesahihan, atau keabsahan.
Suatu skala atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila instrumen tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Sedangkan tes yang memiliki validitas rendah akan menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran.
Validitas adalah kesahihan pengukuran atau penilaian dalam penelitian. Dalam analisis isi, validitas dilakukan dengan berbagai cara atau metode sebagai berikut.
1.    Pengukuran produktivitas (productivity), yaitu derajat di mana suatu studi menunjukkan indikator yang tepat yang berhubungan dengan variabel.
2.    Predictive validity, yaitu derajat kemampuan pengukuran dengan peristiwa yang akan datang.
3.    Construct validity, yaitu derajat kesesuaian teori dan konsep yang dipakai dengan alat pengukuran yang dipakai dalam penelitian tersebut.
Validitas atau kesahihan menunjukan pada kemampuan suatu instrumen (alat untuk mengukur); mengukur apa yang harus diukur atau ditimbang. Timbangan inilah merupakan alat ukur yang valid dalam suatu kasus yang membutuhkan jawaban.

2.    Macam-macam Validitas
Menurut Suharsimi ada dua jenis validitas yaitu validitas logis dan validitas empiris. Sementara Retno validitas itu terbagi menjadi lima tipe yaitu validitas tampang (face validity), validitas logis (logical validity), validitas vaktor (factorikal validity), Validitas isi (conten validity), dan validitas empiris (empirical validity).
Sedangkan menurut Anas ternik pengujian validitas hasil belajar secara garis besar dapat dibagi dua, yaitu pengujian validitas tes secara rasional dan pengujian validitas tes secara empirik.

3.    Prosedur Validitas
Untuk mengetahui sebuah instrumen atau tes telah valid atau tidak dengan melihat kesesuaiannya dengan hasil yang dicapai. Untuk mengetahui validitasnya terkadang harus melakukan pengujian (tray out) berulang-ulang. Adapun tekhnik-tekhnik yang digunakan untuk mengetahui sebuah instrumen sebagaimana yang dikemukakan Retno, sebagai berikut.
a.    Pengukuran dengan mengunakan alat pengukur baru (predictor) kepada sampel subjek untuk validitas (standardization group).
b.    Standardization group dikenai observasi atau pengukuran lain (criterion).
c.    Dengan teknik korelasi ditentukan ada tidaknya kecocokan predictor dengan criterion.

4.    Faktor-faktor yang mempengaruhi Validitas
Menurut Retno ada beberapa hal yang mempengaruhi validitas alat pengukur sebagai berikut:
1.    Faktor di dalam tes itu sendiri, diantaranya:
a.    Petunjuk pengerjaan tes yang tidak jelas.
b.    Istilah / kata- kata dan susunan kalimat dalam item (soal) terlalu sukar.
c.    Tingkat kesukaran dari item- item tes yang tidak memenuhi syarat.
d.    Susunan item tes yang kurang baik.
e.    Kekaburan dalam statemen (pernyataan/ungkapan) yang menyebabkan salah tafsir.
f.    Kualitas dari item- item tes yang tidak memadai untuk mengukur hasil belajar.
g.    Tes terlalu pendek.
h.    Cara menyusun item- item tes tidak runtut.
i.    Dalam tes objektif pola susunannya, urutan jawaban mudah ditebak.
2.    Faktor berfungsinya isi dan prosedur mengajar.
3.    Faktor dalam respon siswa, ini terjadi jika :
a.    Siswa mengalami gangguan emosional dalam menjawab tes.
b.    Siswa hanya cendrung menerka-nerka dalam menjawab tes.
4.    Faktor dalam mengadministrasi tes dan pembijian.
a.    Karena kurang waktu.
b.    Karena siswa mendapat “pertolongan” yang tidak sah.
c.    Cara pembijian hasil tes yang tidak reliabel.
d.    Gangguan situasi sekitar pada saat tes.
5.    Status dari kelompok dan kriterium.
a.    Tes yang cukup valid untuk kelompok tertentu belum tentu valid untuk kelompok lain, karena faktor usia, jenis kelamin, tingkat kemampuan, latar belakang pendidikan dan kebudayaan.
b.    Penggunaan kriterium dalam menilai koofisien validitas, kita harus mempertimbangkan hakekat penggunaan kriterium.

1 komentar:

  1. Olah Data Jujur
    Olah Data Yang Jujur
    Olah Data Semarang Merupakan Olah Data Yang Jujur
    https://s.id/Jujur
    Peneliti Boleh Saja Salah, Tapi Ia Tak Boleh Berbohong
    Kualitas Suatu Penelitian Terletak Pada Integritas Dan
    Standar Moral Penelitinya

    BalasHapus

 

Blogger news

Blogroll

About